Alhamdulillah,Thanks GOD. akhirnya lulus juga,hari yang dinantikan udah dilewati. ga sia-sia persiapan dan latihan tiap hari menjelang greeding,rasa cape,pegal,keringetan hilang semua,waktu dengar pengumuman LULUS…….hore…ya,walalupun baru sabuk merah, tapi yang penting mulai minggu depan udah bisa latihan dengan kelas MIDDLE UP, asyik…jadi bisa memperdalam teknik & waza2 di aikido. buat teman-teman yang sama2 ikutan greeding selamat ya,mudah2an next greeding kita bisa barengan lagi, bagi teman2 yang belum greeding & akan greeding bulan depan GAMBATTE…^:^)
Archive for March, 2008
Conversation with GOD
Posted by Dian on March 27, 2008
TUHAN :
Kamu memanggilKu ?
aku :
Memanggilmu?
Tidak.. Ini siapa ya?
TUHAN :
Ini TUHAN.
Aku mendengar doamu.
Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
aku :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
TUHAN :
Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
aku :
Nggak tau ya.
Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu-buru.
Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
TUHAN :
Benar sekali.
Aktivitas memberimu kesibukan.
Tapi produktivitas memberimu hasil.
Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.
aku :
Saya mengerti itu.
Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.
TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu,
dengan memberimu beberapa petunjuk.
Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
aku :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?
TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup.
Jalani saja.
Analisalah yang membuatnya jadi rumit.
aku :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?
TUHAN :
Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
aku :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu
banyak ketidakpastian.
TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
aku :
Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN :
Rasa sakit tidak bisa dihindari,
tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
aku :
Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?
TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.
aku :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN :
Ya.
Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
aku :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
TUHAN :
Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
aku :
Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…
TUHAN :
Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.
aku :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
Apa yang dapat saya lakukan?
TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.
aku :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan.
Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
aku :
Apa yang menarik dari manusia?
TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”.
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”
aku :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?
TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
aku :
Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?
TUHAN :
Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
aku :
Pertanyaan terakhir, Tuhan.
Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN :
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
aku :
Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN :
Oke.
Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.
………TUHAN has signed out
Posted in Uncategorized | Tagged: Favorites | Leave a Comment »
Inspiration….
Posted by Dian on March 22, 2008
Banyak hal dan kenangan dalam hidup terjadi karena sebuah hubungan, baik disengaja maupun kebetulan. bahkan ada pepatah mengatakan kehidupan seseorang dan masa depan nya ditentukan oleh Buku-buku yang di baca dan orang2 yang ia temui dan ia pilih untuk bergaul. betapa berharga nya sebuah hubungan, apa lagi bila hubungan tersebut mampu memberikan inspirasi,imajinasi dan visi untuk masa depan. sesuatu hal yang awalnya begitu jauh,mengawang2 dan dianggap tidak mungkin bisa berubah menjadi realita.
Hari ini ketika melihat lagi kebelakang, kita seharusnya berterimakasih untuk semua teman2,mentor dan setiap orang yang memberikan inspirasi dalam hidup ini. mereka yang membuat sesuatu hal yang tadi nya dianggap tak mungkin menjadi mungkin, pikiran kecil menjadi pikiran besar, mereka yang tadi nya hanya bisa di kagumi dalam hati,hanya bisa dibaca tulisan2nya ataupun hanya bisa dilihat di tv,suatu hari tak disangka bisa bertemu dan bicara langsung,beberapa diantaranya bahkan menjadi sahabat,mereka yang di anggap begitu luar biasa,karena faktor nama besar,popularitas,ketampanan atau kecantikan fisik,posisi,kedudukan,gelar,pengaruh ataupun karena kekayaan dan kecerdasan sebenar nya hanya manusia biasa. Tuhan memang luar biasa, menciptakan dunia ini dengan segala Keseimbangan nya.
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
3 Pintu Kebijaksanaan
Posted by Dian on March 12, 2008
3 PINTU KEBIJAKSANAAN
Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yg pemberani,
trampil dan pintar. Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada
seorang pertapa bijaksana.
“Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan
Hidupku” Sang Pangeran meminta.
“Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu
di atas pasir”, ujar Pertapa.”Saya akan berikan petunjuk padamu, di
Jalan Hidupmu engkau akan menemui 3 pintu.
Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan
ikuti kata hatimu.
Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan
Pangeran melanjutkan perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang
di atasnya tertulis kata “UBAHLAH DUNIA”
“Ini memang yang kuinginkan” pikir sang
Pangeran. “Karena di dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula
hal-hal yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku”
Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama,
yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha
menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam
usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya
tetapi sebagian lainnya menentangnya.
Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang
Pertapa kembali.
“Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?”
Tanya sang Pertapa
“Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat
klakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang
tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku” jawab Pangeran
“Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu.
Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup
mengubahnya” dan sang Pertapa menghilang.
Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua
yang bertuliskan “UBAHLAH SESAMAMU”
“Ini memang keinginanku” pikirnya.
“Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi
mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi”
Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak
disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan
mereka.
Ini menjadi pertarungannya yang kedua.
Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.
“Apa yang engkau pelajari kali ini?”
“Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari
kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya
memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam
dirikulah segala hal tersebut berakar”
“Engkau benar” Kata sang Pertapa. “Apa
yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada
dirimu sendiri.
Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang
& bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan
frustrasi.
Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu
apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh”
Kembali sang Pertapa menghilang.
Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga “UBAHLAH
DIRIMU”
“Jika memang diriku sendiri lah sumber dari
segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya” . Ia berkata pada
dirinya sendiri.
Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba
mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan
kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai
dengan gambaran ideal.
Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia
berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang
Pertapa kembali.
“Kini apa yang engkau pelajari ?”
“Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku
yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah”
“Itu bagus” ujar sang pertapa.
“Ya” lanjut Pangeran, “tapi saya mulai lelah untuk bertarung
melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada
akhir dari semuai ini ? Kapan saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung,
ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !”
“Itu adalah pelajaranmu berikutnya” ujar
Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah
engkau tempuh”.
Dan ia pun menghilang.
Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga
dari kejauhan dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi
“TERIMALAH DIRIMU”.
Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini
ketika melalui pintu tsb.
“Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai
menjadi buta” katanya pada dirinya sendiri.
Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang
ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari
bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya.
Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi
membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca
dirinya sendiri.
Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata “Aku
belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja
dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar
untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat.”
“Bagus, itu adalah Pintu Pertama
Kebijaksanaan” , ujar Pertapa. “Sekarang engkau boleh kembali ke
Pintu Kedua”
Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi
belakangnya “TERIMALAH SESAMAMU”
Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka
yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya,
juga mereka yang melawannya.
Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat
ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia
malu dan berusaha mengubahnya.
Ia bertemu sang Pertapa kembali, “Aku
belajar” ujarnya “Bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya
sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu
ditakutkan dari merela. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa
adanya.
“Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan” ujar
sang Pertapa, “Sekarang pergilah ke Pintu Pertama”
Dan di belakang Pintu
Pertama, ia melihattulisan “TERIMALAH DUNIA”
“Sungguh aneh” ujarnya pada dirinya sendiri
“Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya”. Ia melihat sekitarnya dan
mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah.
Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan
indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya.
Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang
dunia yang berubah atau cara pandangnya?
Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa : “Apa
yang engkau pelajari sekarang ?”
“Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah
cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya
sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat
yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya muram.
Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia
ADA, itu saja.
Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan
ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi,
menerima seutuhnya, tanpa syarat.
“Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan” ujar sang
Pertapa. “Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia”
Sang pertapa pun menghilang.
Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari
kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan
damai.
sumber: Milis Motivasi
Posted in Uncategorized | Tagged: Favorites | Leave a Comment »
Back to Dream..
Posted by Dian on March 10, 2008
“Dalam hidup setiap orang, pada suatu saat,padamlah api didalam diri. Api itu kembali menyala karena pertemuan dengan orang lain. Kita semua seharusnya berterimakasih kepada orang-orang yang kembali mengobarkan semangat dalam diri kita.
ALBERT SCHWEITZER
This Word I want to give for all my Friends,Teacher,Leader & Idol in myLife. Thanks for give me knowledge,inspiration & model. because that I can make mydream. Very..Very special THANKS For my GOD, ALLAH SWT, for creator this world & Always make a better place for Humanity.
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Love…..
Posted by Dian on March 6, 2008
Cinta….??? Topic yang tak pernah habis dimakan waktu. kata yang sangat sensitif dan membuat orang yang mendengar nya langsung menimbulkan getaran tertentu. ada sedih, senang, marah, sakit hati, malu dsb. tergantung dari pengalaman cinta yang pernah dialami? apa itu Cinta?….apakah hanya sebatas tampilan luar atau hubungan fisik semata? tidak, walaupun cinta selalu berubah seiring dengan berjalan nya waktu. cinta adalah sumber motivasi, energi, gairah atau spirit dalam kehidupan. sayang di zaman yang semakin maju dan gila teknologi seperti saat ini, dimana segalanya diukur dengan materi dan tampilan fisik, cinta sejati sungguh sulit ditemukan. banyak hubungan yang terjalin hanya seperti sebuah transaksi. So….apa itu cinta? setiap orang pasti memiliki defenisi tentang kata cinta. Cinta, bagi ku adalah saat dimana ketika kita mencintai seseorang, hanya berharap ia bahagia dan berdoa agar ia mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan nya, terlepas dari siapa pun yang ia pilih untuk jadi pendamping hidupnya.
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
Perbedaan….
Posted by Dian on March 5, 2008
Hal yang paling berbahaya di dunia ini adalah ketidakmampuan manusia untuk menerima segala perbedaan. akar dan sumber malapetaka yang sudah berabad2 ini juga pemicu terjadinya perang saudara,agama,ras ataupun konflik yang ada didalam hati dan jiwa manusia. kalau seseorang terlalu lama berada di suatu lingkungan dan komunitas tertentu maka ia biasanya cenderung memiliki mindset dan cara berpikir yang hanya dibentuk oleh lingkungan nya, kecuali ia seseorang yang senang melihat dunia2 lain,senang bertemu dan berhubungan dengan banyak orang, pernah bergaul,diskusi ataupun belajar memahami budaya dan latar belakang orang lain, maka ia akan mengerti dan paham sudut pandang orang tsb. salah seorang teman, mentor dan orang yang sudah dianggap guru kehidupan berkata:
” Manusia,apapun agamanya,ras,warnakulit,bahasa,budaya dan suku bangsa nya kita semua adalah saudara”
Awalnya, sedikit bingung dengan kalimat ini, tapi ini ditulis oleh seseorang yang sangat berpengalaman dalam kehidupan dan sudah melihat dunia ini dengan berbagai macam aspek serta pernah bertemu beragam manusia yang berbeda didunia. setelah merenung, menghayati dan menghubungkannya dengan pengalaman sendiri, benar juga, walaupun manusia memiliki banyak sekali perbedaan, agama, latar belakang, bahasa, budaya, ras, warna kulit,suku bangsa dsb, tapi bukan kah pada akhirnya kita juga mengalami siklus yang sama. kita lahir, tumbuh, sekolah, bekerja or bisnis barangkali, menikah, melahirkan keturunan, dan mati. ( cukup segitulah ya, kan bukan ingin membahas rantai kehidupan manusia..=). yah tentu dalam prosesnya nanti ada yang miskin,berkecukupan,kaya raya dll. itu semua kembali lagi pada tujuan dan prinsip hidup masing2.
Sebenarnya ada baiknya perbedaan itu tetap ada, karena hal itulah yang membuat hidup ini bervariasi dan unik. bukan kah tuhan menciptakan segala hal yang ada didunia ini dengan segala keragaman nya agar manusia bisa saling bersinergi ? coba kalo semua manusia sama? monoton? hah…..ga seru dong, ntar cepat bosan lagi. yah itulah unik nya kehidupan, menerima segala perbedaan, tapi selalu melihat dari sisi kebersamaan, Oops…Apaan tuh…?? ya itu tadi…sama2 makhluk ciptaan tuhan dan sebagai pelengkap dalam kehidupan.
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Hah…Akhirnya….
Posted by Dian on March 4, 2008
First star with blog…
Haah…Jadi juga ngeblog akhirnya,belum ada Apa2 sih, masih pemula di dunia blogger. Yo..teman2 di dunia blogger yang barang kali udah dapat gelar master, mau MM, MBA or apapun namanya & Profesor di dunia blogger & sejenis sharing ilmu nya ya, please kasi masukan dan opini2 nya, positif or negatif yang mana pun boleh, toh hidup juga ga kan pernah lepas dari segala pro dan kontra.
Nulis tuh ternyata asyik ya, jadi ketagihan juga nih padahal bukan tipe orang yang suka lama2 depan komputer, ga tahan eui..lebih suka berhubungan ma manusia & buku2, tapi juga ga mau ketinggalan, toh sekarangkan udah jaman IT, Malu dong klo GAPTEK. mulai sekarang kayanya bakalan lebih lama ngabisin waktu depan layar, untung aja ngenet nya dikamar, klo di WARNET……Ampun deh….Kaga tahan lama2, udah loodingnya lama, bau rokok, tambah lagi music nya hingar bingar kaya discotik (Opss….bagi yang punya warnet maaf ya, ga semua kok, hanya di dekat kosant hampir semua nya ya Gitu Deh…
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Paradoxs of Life
Posted by Dian on March 3, 2008
1.
Paradoks dalam zaman di masa hidup kita
adalah bahwa kita memiliki gedung-gedung
yang lebih tinggi tetapi kesabaran yang pendek,
jalan bebas hambatan yang lebih lebar tetapi
sudut pandang yang lebih sempit.
The paradox of our time in history is that
we have taller buildings but shorter
tempers, wider Freeways, but narrower
viewpoints.
2.
Kita mengeluarkan uang lebih banyak, tetapi
memiliki lebih sedikit; kita membeli lebih
banyak, tetapi menikmati lebih sedikit.
We spend more, but have less; we buy
more, but enjoy less.
3.
Kita memiliki rumah yang lebih besar dan
keluarga yang lebih kecil, lebih nyaman, tetapi
waktu yang lebih sedikit.
We have bigger houses and smaller
families, more conveniences, but less
time.
4.
Kita memiliki lebih banyak gelar, tetapi logika
yang lebih sedikit; lebih banyak pengetahuan,
tetapi penilaian yang lebih sedikit; lebih
banyak ahli, tetapi lebih banyak masalah; lebih
banyak obat-obatan, tetapi kesehatan yang
lebih sedikit.
We have more degrees but less sense;
more knowledge, but less judgment; more
experts, yet more problems; more
medicine, but less wellness.
5.
Kita minum dan merokok terlalu banyak,
meluangkan waktu dengan terlalu ceroboh,
tertawa terlalu sedikit, menyetir terlalu cepat,
marah terlalu besar, tidur terlalu larut, bangun
terlalu lelah, membaca terlalu sedikit,
menonton TV terlalu banyak, dan berdoa
terlalu jarang.
We drink too much, smoke too much,
spend too recklessly, laugh too little, drive
too fast, get too angry, stay up too late,
get up too tired, read too little, watch TV
too much , and pray too seldom.
6.
Kita telah melipatgandakan barang milik kita,
tetapi mengurangi nilai kita.
We have multiplied our possessions, but
reduced our values.
7.
Kita terlalu banyak berbicara, terlalu jarang
mencintai, dan terlalu sering membenci.
Kita telah belajar bagaimana mencari uang,
tetapi bukan kehidupan.
We talk too much, love too seldom, and
hate too often.
We’ve learned how to make a living, but
not a life.
8.
We’ve added years to life not life to years.
Kita telah menambah tahun-tahun dalam hidup
kita, tetapi bukan kehidupan dalam tahun-
tahun tersebut.
9.
Kita telah mencapai bulan, tetapi memiliki
masalah dalam menyeberang jalan dan
menemui tetangga baru.
We’ve been all the way to the moon and
back, but have trouble crossing the street
to meet a new neighbor.
10.
Kita telah mengalahkan luar angkasa, tetapi
bukan dalam diri kita.
We conquered outer space but not inner
space.
11.
Kita telah melakukan hal-hal besar, tetapi
bukan hal-hal yang lebih baik.
We’ve done larger things, but not better
things.
12.
Kita telah membersihkan udara, tetapi
mengotori sang jiwa.
We’ve cleaned up the air, but polluted the
soul.
13.
Kita telah mengalahkan atom, tetapi bukan rasa
diskriminasi.
We’ve conquered the atom, but not our
prejudice.
14.
Kita menulis lebih banyak, tetapi mempelajari
lebih sedikit. Kita berencana lebih banyak,
tetapi mencapai lebih sedikit.
We write more, but learn less. We plan
more, but accomplish less.
15.
Kita telah belajar untuk terburu-buru, tetapi
bukan menunggu. Kita membuat lebih banyak
komputer untuk menampung lebih banyak
informasi, menghasilkan fotocopy yang lebih
banyak, tetapi kita berkomunikasi semakin
lebih sedikit.
We’ve learned to rush, but not to wait. We
build more computers to hold more
information, to produce more copies than
ever, but we communicate less and less.
16.
These are the times of fast foods and slow
digestion, big men and small character,
steep profits and shallow relationships.
Ini adalah zaman dimana makanan siap saji dan
pencernaan yang lambat, orang besar dengan
karakter yang kecil, keuntungan yang tinggi
dan hubungan yang renggang.
These are the times of fast foods and slow
digestion, big men and small character,
steep profits and shallow relationships.
17.
Ini adalah zaman dimana ada dua penghasilan
tetapi lebih banyak perceraian, rumah yang
lebih mewah tetapi keluarga yang berantakan.
These are the days of two incomes but
more divorce, fancier houses, but broken
homes.
18.
Ini adalah zaman dimana perjalanan dibuat
singkat, popok sekali pakai buang, moralitas
yang mudah dibuang, hubungan satu malam,
berat badan berlebihan, dan pil-pil yang
melakukan segalanya dari menceriakan,
menenangkan, sampai membunuh.
These are days of quick trips, disposable
diapers, throwaway morality, one night
stands, overweight bodies, and pills that
do everything from cheer, to quiet, to kill.
19.
Ini adalah zaman dimana banyak barang di
etalase showroom dan tak ada stok dalam ruang
persediaan. Zaman dimana teknologi dapat
menyampaikan surat ini kepada Anda, dan
zaman dimana Anda dapat memilih apakah
Anda akan berbagi renungan ini, atau hanya
tekan “hapus”…
It is a time when there is much in the
showroom window and nothing in the
stockroom. A time when technology can
bring this letter to you, and a time when
you can choose either to share this insight,
or to just hit “delete”…
20.
Ingatlah, luangkan lebih banyak waktu dengan
orang yang Anda kasihi, karena mereka tidak
akan ada selamanya.
Remember, spend some time with your
loved ones, because they are not going to
be around forever.
21.
Ingatlah, ucapkan kata yang baik kepada orang
yang memandang Anda dengan ketakutan,
karena si kecil tersebut akan segera tumbuh
besar dan meninggalkan Anda.
Remember, say a kind word to someone
who looks up to you in awe, because that
little person soon will grow up and leave
your side.
22.
Ingatlah, beri pelukan hangat kepada orang di
sisi Anda, karena itulah satu-satunya harta yang
dapat Anda berikan dengan hati dan tidak
membutuhkan biaya.
Remember, to give a warm hug to the one
next to you, because that is the only
treasure you can give with your heart and
it doesn’t cost a cent.
23.
Ingatlah, katakan “saya menyayangimu”
kepada pasangan Anda dan orang yang Anda
kasihi, tetapi dengan penuh makna. Ciuman
dan pelukan akan memperbaiki luka ketika
dilakukan dari lubuk hati yang paling dalam.
Remember, to say, “I love you” to your
partner and your loved ones, but most of
all mean it. A kiss and an embrace will
mend hurt when it comes from deep inside
of you.
24.
Ingatlah, bergandeng tangan dan nikmati saat
itu karena suatu hari orang tersebut tidak akan
ada lagi.
Remember, to hold hands and cherish the
moment for someday that person will not
be there again.
25.
Berikan waktu untuk mencintai, berikan waktu
untuk berbicara! Dan berikan waktu untuk
berbagi pikiran-pikiran yang berharga di benak
Anda.
Give time to love, give time to speak! And
give time to share the precious thoughts in
your mind.
AND ALWAYS REMEMBER:
Life is not measured by the number of
breaths we take, but by the moments that
take our breath away.
DAN INGATLAH SELALU:
Hidup tidak diukur oleh jumlah nafas kita,
tetapi oleh saat-saat yang menghabiskan nafas
kita.
What a difference a sad event in
someone’s life makes.
Betapa sebuah peristiwa mengharukan dapat
membuat perbedaan dalam kehidupan
seseorang.
A wonderful message by George Carlin:
Sebuah pesan indah dari George Carlin:
Posted in Uncategorized | Tagged: Favorites, Uncategorized | Leave a Comment »
Guide of LIFE
Posted by Dian on March 3, 2008
The most powerfull force in live LOVE
The greatest Assets FAITH
The most powerfull channel of communication PRAYER!
The most important thing in life THE POWER OF GOD
The gratest joy GIVING!
The worst thing to be without HOPE!
The most destructive habits WORRY!
The world’s most incredible computer THE BRAIN !
The greatest loss THE LOSS OF SELF RESPECT
The greatest natural resources YOUTH !
The ugliest personality trait SELFISHNESS !
The greatest problem to overcome FEAR !
The most beautifull attire A SMILE !
The most crippling disease EXCUSES!
The most dangerous pariah GOSSIP!
The two most power-filled words I CAN !
The most worthless emotion SELF PITY !
The greatest shot in the arm ENCOURAGEMENT !
The most effective sleeping pill PIECE OF MIND !
The most prized possesion INTEGRITY !
The most satisfying work HELPING OTHERS !
AND The Greatest Attitude is GRATITUDE
Gratitude unfolds the godness of life. it turns what we have into enough and more. it turns denial into acceptance, chaos to order, confusion to clarity. it can turn a meal into a feast, a house into a home. gratitude makes sense of our past, bring piece for today, and creates a visiom for tomorrow.
” The future is a brightness the promises of GOD “
Posted in Uncategorized | Tagged: Favorites, Uncategorized | Leave a Comment »