Dian H.Sari

All About

Archive for May, 2008

7 Keajaiban Dunia

Posted by Dian on May 26, 2008

Sekelompok pelajar kelas geografi belajar mengenai “Tujuh Keajaiban Dunia”. Pada akhir pelajaran, pelajar tersebut di minta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan “Tujuh Keajaiban Dunia” saat ini.Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi : 1. Piramida Besar di Mesir, 2. Taj Mahal, 3. Grand Canyon, 4. Kanal Panama, 5. Gedung Empire State, 6. Basilika St. Peter dan 7. Tembok China.

Ketika mengumpulkan daftar, sang guru memperhatikan seorang pelajar; seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya. Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.” Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.”

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir Tujuh Keajaiban Dunia adalah: 1. Bisa bersyukur, 2. Bisa merasakan, 3. Bisa tertawa, 4. Bisa mendengar….. Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan… 5. Bisa berbagi, 6. Bisa mencintai, 7. Dan bisa dicintai”

Ruang kelas tersebut sunyi seketika …. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada hasil karya manusia dan menyebutnya “keajaiban” sementara kita lihat semua yang telah Allah lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai Biasa”.

Semoga Kita hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan kita. Bersyukurlah untuk apa yg telah kita dapatkan sampai saat ini, karena sesungguhnya semua itu merupakan suatu keajaiban!

Resources : erabaru.or.id

Posted in Uncategorized | 5 Comments »

Bill Gates Say’s

Posted by Dian on May 25, 2008

Jadi ingat kejadian sekitar 5 tahun yang lalu,waktu itu masih kelas 3 Smu. saat lagi booming nya teori kuadran Robert Kiyosaki,ditambah lagi baca buku nya Andreas Harefa “Sekolah saja tidak pernah Cukup” yang memuat pidatonya Larry Allison di Yale University. cukup lah untuk membuat orang yang ngebacanya memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah. Ironi nya walaupun tidak kuliah di Universitas Favorite, ternyata masih tetap melanjutkan kuliah, dan saat ini sudah detik-detik akhir skripsi dan kelulusan. cepat sekali waktu berlalu. semua nya, baik yang berhubungan dengan Teori 4 kuadran dan buku2 nya Robert kiyosaki,Mlm,Dale carnegie,Training2 dan Workshop hingga buku Tetralogi laskar pelangi nya Andrea Hirata memberikan kan banyak hal yang menarik tentang kehidupan.

Waktu baca bukunya Robert kiyosaki sekitar umur 16-18an Rasanya otak seperti di Brain Wash,yang ada saat itu dalam pikiran hanya FREEDOOMMMMMMMMMMM FINANSIALLLLLLLLLLL. yah,wajar sih, namanya juga anak muda. ditambah lagi sempat baca Biografinya Bill Gates yang konon termasuk dari 1% orang tercerdas dimuka bumi. bahkan saking cerdas nya, dalam mimpi pun ia bicara ketik,koma,spasi…gila bener…..=). mungkin bagi anak-anak muda yang memiliki jiwa wirausaha dan entrepreneur ditambah lagi dengan bacaan2 bisnis yang memuat tentang kebebasan finansial,adalah wajar jika mereka berpikir bahwa sekolah hanya membuang-buang waktu dan uang. banyak hal yang dipelajari dibangku sekolah hanya bersifat teori dan tidak bisa diaplikasikan didunia nyata,ditambah lagi dengan sistem pendidikan di Indonesia yang cenderung terlalu kaku dan tidak flexibel. banyak anak-anak yang DO,sebenar nya anak2 pintar,mereka didominasi oleh otak kanannya yang kuat. Biasanya apa yang mereka bicarakan ga kan dimengerti oleh anak2 yang dominan otak kiri nya dan hanya dimengerti oleh anak2 yang sejenis dengan mereka juga. istilah kerennya disebut dengan DREAMS…OR VISI. contoh2 nya ya itu tadi Bill Gates,Steve Jobs,Larri Allison dll..sebenar nya apapun jalan yang manusia pilih,ga ada yang salah,semuanya tergantung pada passion dan tujuan hidup masing-masing.

Dulu,sempat berpikir bahwa kuliah dan sekolah hanya buang2 waktu,tapi sejak baca buku nya Andrea Hirata “Laskar Pelangi” yang saat ini merupakan buku terlaris di indonesia,waktu ngebaca buku itu jadi timbul perang bathin,ada anak yang saking pintar nya,bahkan bisa dikategorikan sebagai “Jenius” untuk ukuran orang indonesia,manusia langka,yang sangat ingin sekolah dan melanjutkan pendidikannya,tapi berhenti karena tidak memiliki biaya.sedangkan anak2 yang bisa sekolah,tidak usah pusing memikirkan biaya pendidikan,kita yang diberi kesempatan oleh tuhan,mengapa malah ingin menyia2 kan nya? yah balik lagi, semuanya kembali pada jiwa,passion dan Tujuan hidup masing2.

Sayang waktu Bill Gates datang ke jakarta telat dapat kabar,padahal klo tahu,gimana pun caranya pasti diusahain bisa hadir. kesempatan langka untuk bisa ngedengerin langsung pidato nya Bill Gates yang merupakan Tokoh besar di dunia IT dan mantan orang No.1 Terkaya didunia. yah tapi setidak nya bisa tahu isi pidato nya sedikit aja udah senang.

Berikut berita yang diambil dari detik.net

Udah banyak yang tahu kehebatan Bill Gates. Pendiri Microsoft Corporations ini menjadi manusia terkaya di planet ini selama 13 tahun berturut-turut. Tahun ini posisinya direbut Warren Buffet, karena ia ceroboh ingin mencaplok Yahoo!, sehingga nilai saham Microsoft melorot, dan kekayaan bersihnya pun ikut terpotong. Andai tidak melakukan langkah blunder itu, ia masih terkaya di dunia tahun ini. Tidak heran jika ia menjadi idola banyak orang.

Fokusnya di dunia peranti lunak memang tak tergoyahkan. Sepanjang hidupnya, fokus bisnisnya hanya di satu bidang ini — atau yang berkaitan dengan peranti lunak, jasa dan solusi. Ia tak pernah menoleh sedikitpun ke bidang lain. Pria kelahiran 28 Oktober 1955 ini mampu membangun Micrsoft dari titik nol menjadi perusahaan dengan penjualan sebesar US$ 51,12 miliar alias sekitar Rp 500 triliun pada tahun fiskal Juni 2007. Itu artinya hampir setara dengan 70% belanja negara kita tahun ini.

Melalui payung Microsoft pula ia mampu menampung 78 ribu tenaga kerja yang tersebar di 105 negara. Melalui Microsoft pula ia mendominasi pasar peranti lunak dunia.

Dengan prestasi yang sedemikian hebat, tidak mengherankan jika kedatangannya di Indonesia pekan lalu disambut meriah. Kuliah umumnya berjudul ‘Second Digital Decade’ yang digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jumat 9 Mei lalu, dihadiri 2.500 orang, mulai dari presiden, menteri kabinet, pengusaha, profesional hingga mahasiswa. Masih ribuan lagi lainnya yang terpaksa gigit jari karena kehabisan tiket untuk mengikuti kuliah umum itu.

Ada satu hal penting yang disampaikan Bill Gates mengenai pendidikan pada kuliah umum itu. “Semua anak (pelajar) harus menyelesaikan pendidikan, untuk itu perlu semua pihak termasuk pemerintahan anda, harus turun tangan untuk itu,” kata Bill Gates, yang disambut tepuk tangan hadirin. Bahkan pada saat sesi tanya jawab, Bill Gates secara tegas menyarankan agar para mahasiswa tidak meniru dirinya,yang DO di tengah jalan meski sempat kuliah di Harvard University.

“Selesaikan kuliah Anda dan raihlah gelar akademis,” katanya.

Bagaimanapun juga, kuliah adalah saat yang paling tepat untuk memenuhi segala keingintahuan mahasiswa. Dan jika ingin menjadi pengusaha, gunakanlah kesempatan magang di perusahaan secara maksimal.

“Saya ini contoh yang buruk,” katanya seperti dikutip Detikcom.

Bill Gates

Selama ini, saya sering membaca kesalahpahaman banyak orang yang ingin menjadi pengusaha dengan mengorbankan kuliah. “Bill Gates yang nggak lulus kuliah saja bisa jadi yang terkaya di dunia,” kira-kira begitulah alasan mereka. Bahkan mereka bisa memberikan banyak contoh orang yang sukses di dunia usaha tanpa embel-embel sarjana. Larry Allison — pendiri Oracle Corporation — misalnya, adalah mahasiswa gagal. Steven Spielberg, sutradara film-film box office dunia, juga putus kuliah. Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, sang triliuner baru yang baru berumur 23 tahun, juga tak menyelesaikan kuliahnya di Harvard University.

Kenyataan di atas kadang malah digunakan sebagai lelucon: bahwa mereka yang pintar secara akademis tidak akan sukses di dunia usaha. Mereka yang pintar dan lulus sarjana malah menjadi jongos orang-orang “bodoh” yang tidak lulus kuliah.

Memang, mereka yang tidak memiliki gelar sarjana tetap berpeluang menjadi pengusaha sukses. Namun bukan berarti bahwa mengorbankan kuliah merupakan tiket menuju sukses. Bahkan, jika dilakukan penelitian, kemungkinan sarjana yang sukses menjadi pengusaha amat banyak. Namun, karena sarjana sukses berusaha dianggap sebagai hal yang biasa, tidak banyak media yang mengulasnya. Lebih menarik mengupas tokoh-tokoh sukses yang latarbelakangnya menderita atau kurang bagus — termasuk tidak lulus kuliah. Ini yang bisa menimbulkan persepsi sesat bahwa DO adalah ciri pengusaha sukses.

Bill Gates sudah menyampaikan dengan jelas, bahwa dirinya adalah contoh yang buruk dalam hal akademis. Sesungguhnya ia sangat ingin menggondol gelar sarjana. Simak bagaimana pidatonya setelah ia menerima gelar sarjana kehormatan dari Harvard University tahun lalu:

“Sudah lebih dari 30 tahun saya menunggu untuk mengatakan ini, ‘Ayah, saya selalu bilang saya akan kembali (ke kampus) dan meraih gelar.’ Tahun depan (2008) saya akan ganti pekerjaan. Merupakan sesuatu yang menyenangkan bahwa bisa mencantumkan gelar sarjana di daftar riwayat hidup.”

Benar, ia kini telah berganti pekerjaan. Ia sudah mundur dari manajemen Microsoft, dan “hanya” menjadi chairman. Waktunya lebih banyak didedikasikan ke Yayasan “Bill and Melinda Gates” yang didirikan tahun 2000 dengan tujuan membantu proyek-proyek peningkatan kesehatan, pengurangan kemiskinan, dan proyek yang memperluas akses masyarakat kepada teknologi.

Ucapan Bill Gates menyiratkan sesuatu, yang kira-kira seperti ini: “Contohlah saya, tapi jangan di sisi akademis.”

Benar-benar suatu pernyataan yang bagus dari seorang Bill Gates ^:^)

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University “Stay Hungry,Stay Foolish”

Posted by Dian on May 24, 2008

Steve Jobs adalah salah satu tokoh penting di Dunia Teknologi Informasi seangkatan dan sekelas dengan Bill Gates, mantan CEO Microsoft yang berkunjung ke Indonesia pada tanggal 9 Mei 2008.

Mei 1, 2008

Saya merasa bangga di tengah-tengah anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah.,Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama :

Menghubungkan Titik-Titik Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putuskuliah. Mengapa saya DO ? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi. Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, sayatidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka,saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh: Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan, Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana.Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari SiliconValley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya. Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama- semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

Cerita Ketiga Saya : Kematian

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian.Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda. Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas.Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang.Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua. Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog”, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Disampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry,Stay Foolish”. (Jangan Pernah Puas.Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry, Stay Foolish. We are not a human being and having a spiritual experience, we are a spiritual being and having a human experience.

Resources : Milis Trainers Clubs

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Buku Ajaib

Posted by Dian on May 23, 2008

Dahulu kala, ada sebuah desa yang bernama “Desa bodoh”, kenapa desa ini dinamakan desa bodoh? Karena penduduk yang tinggal didesa ini sangat bodoh, karena terlalu bodoh untuk menghitung 1 + 1 = 2 saja mereka tidak bisa. Mereka selalu menjadi bahan tertawaan penduduk desa lain, sehingga penduduk desa bodoh menjadi minder tidak berani keluar dari desa mereka untuk bertemu dengan orang lain.

Tetapi di desa bodoh ini terdapat seorang yang sangat pintar bernama cendekiawan, dia bisa menjawab semua pertanyaan penduduk desa bodoh ini. Penduduk desa sangat menghargai cendekiawan, setiap ada masalah yang berhubungan dengan dunia luar penduduk desa selalu meminta pendapatnya. Tetapi dia sangat sombong dan sangat malas. Dia selalu memerintah penduduk desa bodoh mengerjakan pekerjaannya, makanan dan minumannya juga disediakan oleh penduduk desa bodoh ini. Tetapi penduduk desa bodoh ini sangat baik, mereka tidak menganggap cendekiawan memperalat mereka, mereka selalu berpikir “sungguh bahagia! Dapat membantu orang lain!”

Kenapa cendekiawan di desa bodoh ini bisa sangat pintar? Semua ini ada sebabnya, rupanya cendekiawan adalah seorang utusan dari penduduk “Desa Pintar” untuk mencari buku ajaib. Karena mereka mendapat kabar bahwa di desa bodoh terdapat sebuah buku ajaib. Didalam buku ini berisi sangat banyak pengetahuan, setiap orang yang membaca buku ini akan mendapat kepintaran yang tak terduga. Buku tersebut adalah peninggalan dewa pelindung desa bodoh untuk penduduk desa bodoh. Tetapi penduduk desa sangat bodoh sehingga mereka tidak mengetahui peninggalan ini. Sebuah buku yang begitu ajaib dibiarkan disana sungguh mubazir! Seharusnya buku ini diberikan kepada penduduk desa pintar. Dengan demikian dapat membuat buku ajaibnya menjadi lebih berharga! Sehingga mereka mengutus cendekiawan untuk datang ke desa bodoh mencari buku ajaib ini supaya dapat dibawa pulang ke desa pintar.

Tidak berapa lama setelah cendekiawan datang ke desa bodoh dia sudah mengetahui bagaimana mendapatkan buku ajaib tersebut. Rupanya cara menemukan buku ajaib ini sangat gampang yaitu pergi ke tepi danau dekat pengunungan, menghadap ke danau dan berteriak “Buku ajaib! Buku ajaib! Cepat keluar!” maka buku ajaib akan muncul kepermukaan danau. Dengan mencuri-curi setiap malam Cendekiawan datang ke tepi danau membaca buku ajaib ini. Sudah pasti dia tidak bermaksud membawa pulang buku ajaib ini ke desa pintar. Jika setiap orang didesa pintar sudah membaca buku ajaib ini, maka dia bukan merupakan seorang yang paling pintar lagi demikianlah dia berpikir. Sehingga dia membohongi orang didesa pintar bahwa dia tidak dapat menemukan buku ajaib. Sedangkan dirinya sendiri tinggal didesa bodoh tidak bermaksud pulang kembali ke desa pintar lagi.

Pada suatu malam, cendekiawan dengan mencuri-curi berjalan pergi ke tepi danau. Bersamaan, tetangganya Si Tolol keluar dari rumah hendak ke belakang, dia melihat cendekiawan malam-malam sendirian berjalan ke tepi danau, dan Si Tolol sangat khawatir dan berkata kepada dirinya sendiri, “Sudah tengah malam cendekiawan hendak pergi kemana? Bagaimana jika digigit ular? Tidak boleh kubiarkan cendekiawan sendiri berjalan ke tepi danau, sangat berbahaya. Saya akan mengikutinya.”

Si Tolol mengikuti dia terus sampai ditepi danau dekat pengunungan, dia tidak berani terlalu dekat dengan cendekiawan karena dia takut akan membuat cendekiawan terkejut. Sehingga dia hanya dibelakang cendekiawan mengikutinya dan dia bermaksud melindungi cendekiawan jika terjadi sesuatu. Setelah sampai di tepi danau dia mendengar cendekiawan berkata “Buku ajaib! Buku ajaib! Keluarlah!” diatas danau muncullah sebuah benda. Si Tolol berpikir cendekiawan tentu kelaparan, saya sendiri juga kelaparan sebentar lagi saya juga pergi meminta makanan. Rupanya Si Tolol sama sekali tidak mengerti apa itu buku ajaib. Dia berpikir didalam buku ajaib berisi makanan lezat. Cendekiawan sangat lama masih belum meninggalkan tempat ini, sehingga Si Tolol menunggu-nunggu sampai ketiduran.

Begitu Si Tolol terbangun, dia melihat cendekiawan telah meninggalkan tempat itu. Dan dia berkata, “sekarang giliran saya yang makan!” dan dia sambil berlutut ditepi danau dia berteriak “Buku ajaib! Buku ajaib! Keluarlah!” akhirnya muncullah sebuah benda yang berat dari dasar danau. Begitu Si Tolol membukanya dia melihat sebuah buku yang bersinar–sinar muncul dihadapannya. Si Tolol yang sama sekali tidak pernah berlajar membaca dapat membaca setiap huruf di buku ajaib ini. Setiap huruf dari buku ajaib ini langsung masuk kedalam otaknya, Si Tolol merasa sangat bahagia. Dia terus menerus membuka setiap lembar buku ajaib, dengan tiba-tiba dia merasa dia menjadi sangat pintar dan mengerti semua makna yang terdapat dibuku ajaib ini. Pikirannya menjadi jernih dan bersemangat, dia merasa buku ini sangat bagus dan ajaib, dia berpikir, “saya harus memberitahukan seluruh penduduk desa.” Begitu dia selesai membaca buku ini hari telah terang, dia lari pulang kedesa dan memberitahukan kepada seluruh penduduk desa untuk datang ke tepi danau membaca buku ajaib ini.

Cendekiawan sedang tidur mendengar suara ribut-ribut diluar, dalam hatinya dia memaki, “benar-benar sekumpulan manusia tolol berbuat hal yang tolol” lalu dia tidur kembali tanpa memperdulikan mereka.

Seluruh penduduk desa bodoh berkumpul ditepi danau, lalu Si Tolol berkata,“buku ajaib! Buku ajaib! Keluarlah!” didepan semua orang buku ajaib muncul. Begitu Si Tolol membuka buku tersebut secara ajaib huruf dibuku tersebut berubah menjadi besar sehingga seluruh penduduk dapat membaca dengan jelas, sambil membaca air mata mereka terus mengalir mereka berkata “rupanya begitu banyak hal yang kami tidak tahu ! rupanya buku ini mempunyai sebuah keajaiban yaitu orang yang hatinya tulus dan baik dapat mengetahui lebih banyak isi buku tersebut, sehingga setiap orang yang membaca buku ini mempunyai pengertian yang berbeda-beda sesuai dengan kebaikan hatinya, makin baik hatinya dia akan mengetahui lebih banyak makna yang terkandung dalam buku tersebut, orang yang seperti cendekiawan yang egois hanya mengerti sedikit permukaan tanpa memahami makna sebenarnya yang terkandung dalam isi buku, hanya bisa menjadi sedikit lebih “pintar”, tanpa mendapatkan “kecerdasan” yang sebenarnya.

Penduduk desa kembali ke desa dengan hati yang puas, mereka tidak tamak, dan berjanji mereka bersama-sama setiap pagi akan datang ke tepi danau membaca buku ajaib. Lama kelamaan cendekiawan menyadari bahwa penduduk desa makin lama makin pintar, itu yang paling ditakutinya. Karena jika mereka semua berubah menjadi pintar dia sendiri sudah tidak berharga lagi di desa ini. Dengan hati geram dia lalu bertanya kepada Si Tolol, “kenapa penduduk desa sekarang tidak sama lagi?” rupanya selama ini dia tidak pernah bertanya suatu pertanyaanpun kepada orang lain, Si Tolol menjawab, “ini semua adalah berkat jasa kamu, sehingga penduduk desa menjadi pintar.” Lalu Si Tolol menceritakan asal mula penduduk desa menemukan buku ajaib, mendengar cerita Si Tolol muka cendekiawan langsung berubah menjadi pucat dalam hatinya berpikir, “kenapa bisa begitu? Kenapa bisa begitu?” Dia semakin menyadari sekarang penduduk desa sekarang sudah tidak memerlukan dia lagi, mereka dapat sendiri untuk berkomunikasi dengan penduduk desa lain.

Sudah pasti, cendekiawan tidak dapat menerima hal yang demikian, oleh karena itu timbul niat jahatnya. Pada malam hari dengam mencuri-curi dia pergi ketepi danau, setelah buku ajaib muncul dia memasukan buku ajaib didalam sebuah kalung, lalu dengan tergesa-gesa keluar dari desa bodoh. Begitu keluar dari desa bodoh dia berpikir, “sekarang penduduk desa bodoh sudah tidak memerlukan saya lagi, saya akan kembali ke desa pintar membawa buku ajaib supaya mereka bangga dengan saya.”

Setelah sampai di desa pintar, seluruh penduduk desa berebut untuk melihat buku ajaib, setelah keadaan agak tenang, cendekiawan lalu membuka buku ajaib. Tetapi begitu buku ajaib terbuka didalamnya kosong tidak ada huruf sama sekali, rupanya begitu buku ajaib keluar dari desa bodoh dia akan menjadi tidak berguna lagi. Seluruh penduduk desa pintar merasa dibohongi lalu mengusir cendekiawan dari desa pintar.

Cendekiawan dengan lesu memeluk buku ajaib dalam hati berkata, “buku ini sudah tidak berguna lagi bagi saya, sebaiknya saya kembalikan kepada penduduk desa bodoh!” Pada dasarnya cendekiawan mempunyai sebuah hati yang baik, tetapi karena pendidikan dan masa pertumbuhannya didesa pintar yang penduduknya bersifat egois dan licik sehingga merubah sifat dasarnya menjadi jelek. Sekarang dia rindu kepada penduduk desa bodoh yang baik hati, apakah mereka akan memaafkannya?

Begitu dia sampai di desa bodoh, penduduk desa dengan gembira menyambutnya, rupanya mereka sibuk mencari dia. Lalu cendekiawan memberitahukan kepada mereka dia telah mencuri buku ajaib, tetapi penduduk desa memaafkannya, mereka berkata cendekiawan dapat dengan selamat kembali ke desa, mereka sudah merasa gembira. Melihat kebaikan penduduk desa bodoh cendekiawan sampai terharu menetes air mata, dalam hati berjanji akan berbuat lebih banyak kebaikan untuk penduduk desa ini.

Setiap hari semua penduduk desa beramai-ramai datang ketepi danau membaca buku ajaib, lama kelamaan seluruh penduduk desa menjadi pintar semua sehingga nama desa bodoh tidak ada lagi dan muncul sebuah desa baru yang bernama “desa cerdas.”

(Sumber era baru.or.id)

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Iseng+Played+Passion=Succes

Posted by Dian on May 17, 2008

Ada artikel menarik waktu baca blog Sepia nya mas Khairul, Jangan terlalu serius ketika melakukan sesuatu,anggap saja itu sebagai permainan. bukan kah waktu kita kecil sering melakukan percobaan dan experiment iseng yang awal tujuan nya cuma untuk main dan coba2 ? ada hasil nya ga ? Ada. walaupun sebagian kebanyakan gagal dan ga jelas hasil nya. contoh nya bagi yang suka masak,mencoba resep2 baru yang ga jelas bahan nya,yang penting di campur aja,siapa tahu dari sana bisa ciptain resep sendiri,dan hasil nya??????? yah…ada yang ga karuan,tapi ada yang Uenak bok……. Nah,satu lagi,dulu waktu bikin moktail ma teman2 anak perhotelan, awal nya kita nyoba yang ada di buku resep. Berhasilllllllllllllllllll..yah iya lah,udah ada percobaan nya,tapi setelah nya timbul lah ide gila anak2, dan setiap orang masing2 buikin percobaan sendiri, Dan hasil nya???? kalah deh resep yang ada di buku. tiap orang ngasih nama untuk resep yang udah dibikin, ada yang ngasi nama, iCe blue Mountain Cola,Blue Pepsi Banana,Cream banana cola dll. Akhir nya setelah iseng2 yang disengaja,dan tahu rahasia minuman2 mahal indah yang ada di restoran,padahal bikin nya gampang loh….cuma pake campuran sirup,pepsi,cream,cola,di tambah hiasan buah2an udah jadi…customer yang ngelihat gambar nya…ihhhhhhhhhhhh lucunya,kayanya uenak deh..pesan yuk…=) yah, namanya nya manusia,kan suka nglihat sesuatu yang indah,unik,aneh,dan punya ciri khas. nah,karena belum tau dan belum pernah dicoba,akhirnya pesannnnn yuikkkkkkkk,coba yuk………….>>

Berawal dari sana ,akhir nya teman2 jadi punya ide,eh…gimana klo kita buka kafe yuk??? resep nya ini aja,ntar harga minuman yang ini segini aja,kita bikin nya pake ini aja,gimana????? Hayukkkk…..nah,itu termasuk salah satu contoh experiment coba2,iseng dan creative yang memberikan hasil.

Jerry Yang hanya main-main saja saat mengumpulkan link-link terkait pemain basket NBA, tak dinyana jadi perusahaan besar Yahoo! Larry Page juga hanya main-main saat membuat Page Rank yang kemudian menjadi algoritma rahasia search engine Google. Steve Wozniak sekedar main-main saja membuat komputer rakitan pribadi yang kemudian diberi merek Apple oleh temannya, Steve Jobs. Microsoft pun dimulai dari penawaran main-main jasa program Basic untuk komputer Altair oleh Bill Gates yang baru berusia 17 tahun (Bill Gates dan Paul Allen bahkan belum melihat komputer Altair ketika membuat program demo Basic!).

Demikian pula ketika Bell menciptakan telpon. Dia main-main saja dengan ide menjual musik lewat kabel listrik (tak disangka akan menjadi penemu telpon dan mendirikan AT&T. Alexander Graham Bell hanyalah seorang guru bahasa isyarat bagi siswa tuna rungu). Setelah jadi milyuner, Bell juga main-main bikin pesawat terbang. Perusahaan pesawat itu masih ada hingga kini dengan nama Bell Labs yang biasa membuat pesawat super canggih untuk militer.

Ternyata “main-main” adalah resepnya orang sukses. Tentu saja ini bukanlah ‘main-main’ yang berkonotasi ‘tanpa tanggung jawab’ (ini jenis main-main yang salah), melainkan ‘main-main’ yang berarti ‘melakukan sesuatu dengan kegembiraan bermain’ (ini jenis main-main yang benar!). Melakukan sesuatu dengan ‘menikmati permainan’. Inilah resep orang sukses : main-main yang berpeluang memberi hasil bukan main!

Kapan kita bisa bekerja dengan main-main (yang benar)? Yaitu saat kita mengerjakan sesuatu yang kita sukai. Saat kita punya ‘passion’ terhadapnya. Saat kita punya sesuatu ’spiritual’ dalam apa yang kita kerjakan itu (spiritual tidak selalu agama/religi loh. Spiritual adalah yang membuat kita punya spirit/semangat). Jadi kalau Anda mengerjakan sesuatu yang Anda punya ‘passion’, maka Anda akan merasakan kegembiraan ‘main-main’. Sebaliknya jika Anda tidak merasakan kegembiraan ‘main-main’ dalam pekerjaan Anda, berarti Anda sedang mengerjakan sesuatu yang bukan ‘passion’ Anda.

Dalam Strategi Landak yang digagas Jim Collins di buku Good to Great, passion menjadi ciri di bidang apa Anda bisa menjadi hebat. Kalau Anda punya passion dalam suatu hal, lalu didukung talenta bisa menjadi salah satu yang terbaik di bidang itu, kemudian ada yang mau membayar apa yang Anda lakukan dengan passion tersebut, maka disitulah cikal bakal terjadinya ‘main-main hasilnya bukan main!’.

Fuh,..Iseng dan main2 yang benar2 Creative yah,tapi hasil nya Dahsyat bok…^:^)

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

The Butterfly (beauty,free & light)

Posted by Dian on May 14, 2008

Story

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Before You Complain

Posted by Dian on May 12, 2008

Today before you think of saying an unkind word
Think of someone who can’t speak

Before you complain about the taste of your food
Think of someone who has nothing to eat

Before you complain of not having enough
Think of someone who’s begging on the street

Before you complaint of being ugly
Think of someone who’s actually in the worst of states of life

Before you complain about your husband or wife
Think of someone who’s crying out to God for a companion

Today before you complain about life
Think of someone who went too early to heaven

Before you complain about your children
Think of someone who desires children but they’re barren

Before you argue about your dirty house someone didn’t clean or sweep
Think of the people who are living in the streets

Before whining about the distance you drive
Think of someone who walks the same distance with their feet

And when you are tired and complain about your job
Think of the unemployed, the disabled and those who wished they had your job

But before you think of pointing the finger or condemning another
Remember that not one of us are without sin

We all answer to one maker
And when depressing thoughts seem to get you down

Put a smile on your face and thank God you’re alive and still around
Life is a gift
Live it…
Enjoy it…
Celebrate it…
And fulfill it.

And while you are at it give love to someone today
Love someone with what you do and the words you say

Love is not meant to be kept locked inside of us and hidden
So give it away

Give Love to someone today !!

You don’t love someone because they’re beautiful.
They’re beautiful because you love them.

It’s true you don’t know what you’ve got until its gone, but its also true
You don’t know what you’ve been missing until it arrives!!

Resource :
http://amphibious75.multiply.com

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

The triple filter test

Posted by Dian on May 6, 2008

Dalam sejarah Yunani, Socrates terkenal sebagai tokoh yang sangat bijak. Suatu hari ia bertemu dengan kenalannya yang berkata, “Anda tahu apa yang baru saja saya dengar tentang teman anda?”

“Tunggu dulu,” jawab Socrates. “sebelum anda bicara apa2, saya ingin anda melalui tes kecil. Namanya THE TRIPLE FILTER TEST”

“THE TRIPLE FILTER TEST?”

“Iya benar,” lanjut Socrates.

“Sebelum anda bicara sesuatu tentang teman saya, akan sangat baik jika kita ambil waktu sebentar untuk menyaring apa yang akan anda katakan. Itu sebabnya saya namakan tes 3 penyaringan. Saringan pertama adalah Kebenaran. Sudahkah anda yakinkan bahwa apa yang akan anda sampaikan kepada saya adalah Benar?”

“Tidak” kata orang itu,
“Sebenarnya saya Cuma dengar dan..”

“Baiklah,” kata Socrates.

“Jadi anda tidak tahu benar tidaknya berita itu. Nah, mari kita coba Saringan ke 2, namanya Kebaikan. Apakah yang akan anda beritahukan kepada saya tentang teman saya adalah sesuatu yang baik?”

“Tidak, malah sebaliknya…”

“Jadi,” lanjut Socrates,
“Anda mau memberitahu saya sesuatu yang tidak baik tentang dia, tapi anda tidak yakin hal itu benar. Namun anda masih bisa lulus tes, karena ada 1 tes lagi: namanya tes berguna. Apakah yang akan anda beritahu kepada saya itu berguna buat saya?”

“Tidak, tidak juga.”

“Nah,” tutup Socrates,
“Jika apa yang akan anda beritahukan kepada saya tidak benar, tidak baik dan tidak berguna buat saya, kenapa mesti beritahu saya?”

Itulah sebabnya Socrates adalah konon seorang filsuf besar dan sangat dihormati.
Sebelum anda memberitakan gosip tentang orang lain, ada baiknya terapkan THE TRIPLE FILTER TEST ini pada diri anda.

Resources : http://amphibious75.multiply.com/journal/item/20

Posted in Uncategorized | 2 Comments »

Beauty Of Woman

Posted by Dian on May 5, 2008

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya “Mengapa engkau menangis?”
“Karena aku seorang wanita”, kata sang ibu kepadanya.
“Aku tidak mengerti”, kata anak itu. Ibunya hanya memeluknya dan berkata,
“Dan kau tak akan pernah mengerti” Kemudian anak laki-laki itu bertanya
kepada ayahnya, “Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?”
“Semua wanita menangis tanpa alasan”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh
ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.
Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, “Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?”
Tuhan berkata: “Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.
“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya “Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.”Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya “

“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.”

“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu” “Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.

“Kau tahu ? Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.”
“Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya tempat dimana cinta itu ada.”

Kirimkan ini kepada setiap wanita cantik yang Anda kenal hari ini untuk memperingati Bulan Sejarah Wanita.Jika Anda lakukan, sesuatu yang baik akan terjadi.Anda akan menambah harga diri wanita!Karena setiap Wanita itu Cantik.

Resource : Milis Inpirasi Indonesia

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »